Sanuale, Soppeng – Pada hari Jumat (12/06/2020) UPTD Puskesmas Goarie kembali melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini (lokmin) bulanan yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Meskipun waktu pelaksanaan Lokmin bulan ini sedikit terlambat dari jadwal sebelumnya. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan . Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA sampai dengan pukul 11.30 WITA peserta dihadiri oleh pengelola program, Pustu/Poskesdes, Kepala Puskesmas serta Pembina dari Dinas Kesehatan.

Lokmin dipandu oleh moderator Muh. Nasir dilanjutkan arahan sekaligus dibuka oleh Kepala Puskesmas Sabirin,SKM. Dalam arahannya beliau lebih banyak membahas masalah kasus Covid-19 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Goarie. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh staf bahwa ketika kasus pandemi covid 19 mulai menerpa wilayah kita, teman-teman tetap bersemangat dan menghadapinya secara bersama tidak ada istilah menyerah. Mengingat bahwa kasus pertama di Kab. Soppeng pasien meninggal dengan pemakaman protokoler berada di wilayah UPTD Puskesmas Goarie tepatnya di dusun Bunne Desa Goarie Kec. Marioriwawo. Selain itu, Puskesmas ditutup dan pelayanan distop sementara karena semua staf harus diisolasi mandiri sebab terdapat Nakes Puskesmas Goarie yang Positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab dengan jumlah kasus terkomfirmasi positif Covid-19 di wilayah UPTD Puskesmas Goarie sebanyak 4 orang. Tentunya dibutuhkan kesabaran dan mental yang kuat untuk melewati masa masa sulit seperti ini semoga apa yang kita kerjakan selama ini bernilai ibadah” tutur beliau.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Soppeng, drg. Nirwana selaku pembina lokmin yang turut hadir menyampaikan bahwa saat ini “Indonesia sudah memasuki New Normal Life dimana kegiatan sudah kembali berjalan seperti biasa tetapi tidak biasanya karena harus selalu menerapkan protokol kesehatan serta tetap waspada baik itu kepada orang lain maupun terhadap diri sendiri karena setiap orang beresiko untuk menularkan sehingga tidak boleh ada ketersinggungan satu sama lain. Pelaporan yang berhubungan dengan Covid-19 tidak lagi melalui petugas jaga perbatasan karena sudah ditiadakan, tetapi langsung dari Tim Satgas Covid desa masing-masing. Sehingga petugas Puskesmas dan Tim Satgas Covid Desa harus selalu berkoordinasi agar penyelidikan epidemiologi tetap berjalan dengan baik” ucap drg. Nirwana dalam sambutannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing pengelola program. Setiap pengelola melaporkan perkembangan kegiatannya meskipun ada beberapa kegiatan yang tidak berjalan seperti biasanya terlebih lagi karena UPTD Puskesmas Goarie pernah di tutup selama 14 hari sehingga kegiatan tidak berjalan lancar tetapi penyelidikan epidemiologi tetap terlaksana bahkan lebih padat dari biasanya. Melalui lokmin ini diharapkan agar koordinasi tetap terjaga agar kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

